News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemijat Plus-plus Paling Sedikit Terima Rp 200 Ribu Per Pelanggan

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pijat plus

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Wanita pemijat panti pijat di Kawasan Panakukang, sebut saja Bunga (20) mengakui memilih menjadi pemijat ketimbang melakukan seks bebas tanpa uang.

"Daripada kita sama pacar, terus main tapi saya lebih mau kerja di panti, ada uang sisa menunggu pelanggan," katanya.

Bunga pun mengakui hanya mendapat Rp 35 ribu sekali pijat dari bosnya.

"Tapi kalau si pelanggan mau lebih dari pijat maka itu kita urus di luar. Bisa Rp 200 ribu atau bisa di atas. Semakin lama bersama maka semakin banyak uang," akunya.

Bunga lebih menyukai 'jalan' bareng pelanggan karena semuanya gratis.

"Gratis tumpangan dan gratis makan, kalau di panti pijat kita makan sendiri biasa," katanya.

Bunga memutuskan sekolah ketika masih kelas XI SMA di Makassar.

"Daripada tak dapat apa-apa, lebih baik kerja sambil menikmati hubungan," ungkapnya.

Sebelumnya Makassar juga dihebohkan kabar prostitusi di lingkungan pelajar.

(Baca juga : Siswa SMP di Makassar Jual Diri Demi Parfum, Sekali Kecan Dapat Rp 300 Ribu

Merpati (14) dan Mawar (14) gamblang menceritakan pengalamannya "jual diri" di salah satu cafe sekitar sekolah mereka, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 29, Makassar, Kamis (9/4).

Wartawan Tribun Timur menemui dua siswa yang disamarkan namanya itu untuk mengungkap praktik seks komersial yang melanda siswa SMP di Makassar.

Praktik "jual perawan" di SMPN 29 terungkap ketika sejumlah orangtua murid mendatangi sekolah ini, Selasa (31/3/2015) lalu.

Para orangtua "memngamuk" di sekolah memprotes guru bidang konseling (BK) yang menuding beberapa siswa di sekolah ini sudah tidak perawan lagi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini