News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pasangan Ini Kumpul Kebo Tiga Tahun dan Sering Hisap Sabu di Kamar

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan kekasih yang sama-sama doyan narkoba saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/4/2015). Mereka tiga tahun tinggal seatap tanpa menikah.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA  - Sugiyono (30), dan Lely (24) sudah tinggal serumah selama tiga tahun.

Namun, pasangan asal Tulungagung itu hanya berstatus pacaran.

Mereka kumpul kebo karena belum pernah melangsungkan pernikahan untuk mengikat hubungan yang mereka jalani tersebut.

Kini, keduanya sama-sama harus mendekam di dalam penjara. Ini juga gara-gara hubungan salah kaprah yang mereka lakoni.

Selama tinggal serumah tanpa nikah, Sugiyono dan Lely sama-sama gemar mengonsumsi sabu-sabu.

“Setiap kali mengonsumsi (sabu) kami selalu bersama. Terkadang di luar, tapi yang lebih sering malah di rumah, di dalam kamar berdua,” ujar Lely saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (13/4/2015).

Ditanya majelis hakim tentang alasan mengonsumsi itu, keduanya hanya diam.

“Kenapa kalian memakai sabu? Agar lebih mesra atau bagaimana? Dan kenapa sudah tinggal serumah bertahun-tahun kok tidak nikah?” tanya hakim Burhanuddin kepada dua terdakwa.

Tak sepatah katapun mereka ucapnya. Keduanya hanya terus menunduk seperti menutupi malu.

“Kami memang belum menikah, Pak Hakim. Hanya pacaran,” jawab lirih perempuan berkulit putih dengan tato di kaki itu.

Bukan hanya saat memakai, membeli narkoba juga mereka selalu bersama.

Terakhir, keduanya mengendarai Toyota Avanza bernopol AG 635 RD membeli sabu di Bangkalan, Madura.

“Beli satu paket berisi setengah gram, Rp 600.000,” kata Sugiyono.

Sebagian narkoba itu sempat dikonsumsi di Bangkalan. Sisanya mereka bawa pulang.

Apes, saat melintasi perempatan Kedung Cowek, Surabaya, mereka dicegat polisi.

Keduanya diketahui membawa empat paket sabu di dalam mobilnya. Keduanya pun digelandang petugas Sat Reskoba Polrestabes Surabaya.

Ditanya tentang empat paket sabu tersebut, Sugiyono berdalih sengaja memisahnya.

Kan rasanya beda-beda, jadi saya pisah-pisah menjadi empat. Memang sejak beli (sabu) saya meminta beberapa plastik (ke penjualnya),” akunya.

Dia mengaku beli ke seorang pria bernama Husein di Burneh, Bangkalan. Caranya, memesan dulu lewat telepon, kemudian mengambilnya ke sana.

Di sana, masih kata Sugiyono, juga disediakan tempat untuk menghisap sabu.

Pasangan ini mengaku sudah sering membeli barang di tempat itu.

Mereka mengenal tempat penjualan narkoba itu setelah ditunjukkan oleh teman.

Kemudian, mereka berangkat untuk membeli ke sana.

“Kami sudah sekitar dua tahun mengonsumsi sabu, kami benar-benar kapok, Pak Hakim,” imbuhnya, memelas.

Penulis: M Taufik

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini