"Kalau lewat barat, yaitu Desa Sidorenggo, oleh warga jalan kesana sudah ditutup pagar. Tidak boleh dilewati karena jalannya berbahaya," urainya.
Abdulrahman meminta agar pecinta alam atau komunitas yang hendak ke lokasi sebaiknya mematuhi rambu-rambu yang dipasang untuk keselamatan.
"Kalau warga sampai memasang rambu larangan masuk itu kan mereka sudah tahu kondisi disana. Tapi sering larangan seperti itu biasanya menjadi tantangan," paparnya.
Menurut Abdulrahman, kelompok korban yang datang hanya diidentitaskan dari Pasuruan dan membawa tongkat-tongkat untuk bantuan berjalan.
Baca tanpa iklan