“Nama saya tetap yang lama (di pemerintahan/Sultan Hamengku Buwono X), sudah selesai. Untuk Keraton berubah (Sultan Hamengku Bawono X). Urusannya lain (antara administrasi pemerintahan dengan administrasi di Keraton),” katanya. (tribunjogja.com)
Humas PN Kota Yogyakarta, Ihwan Hendrato sebelumnya juga telah mengungkapkan, dalam sidang permohonan nama baru tersebut, Sultan menguasakan kepada putri keduanya, GKR Condrokirono, melalui bukti kuasa bernomor W13.U1/PDT/190/ VI/ 2015 tertanggal 19 Juni 2015.
Baca tanpa iklan