"Kami masih menunggu hasil lab, koordinasi dengan Dinkes sudah kami lakukan," terangnya.
Hingga kini, dari pihak medis di RSUD Soeselo belum mengetahui makanan mana yang membuat pasien mengalami gejala-gejala tersebut. Namun, untuk mengetahui jenis makanan mana yang terdapat kandungan racun, seluruh sampel makanan yang dikonsumsi para santri masih dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium. (nug)
Baca tanpa iklan