TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Adegan terkonstruksi terbunuhnya Murni Cahyani (21), wanita asal Desa Pelang Kecamatan Kembangbahu di tangan laki-laki idamannya, Roberto Setyawan berkembang dari 20 tertib adegan menjadi 24 adegan.
Pasalnya pelaku Roberto banyak menambah peragaan sesuai apa yang ia lakukan terhadap korban Murni Cahyani.
Ada pemandangan yang lucu, baik tersangka maupun peran pengganti Murni Cahyani, yang dilakoni Ageng (22) tiba-tiba sekujur tubuhnya gatal-gatal begitu usai rekonstruksi, Rabu (9/9/2015).
Ternyata, titik lokasi pada adegan ke 16 hingga 24 itu terdapat banyak rawe (tumbuhan berbulu yang memicu gatal-gatal) di tanah pekarangan yang baru diurug.
Yang lebih parah merasakan gatal-gatal sekujur tubuh dirasakan Ageng (peran pengganti Murni) karena ia banyak telentang dan tengkurap saat adegan Roberto alias Tito memiting, mengangkat, melempar hingga pada akhirnya korban meninggal dengan posisi kepala terbentur tunggak kayu jati bekas potongan.
Di lokasi tanah yang baru diurug dan diumpamakan wilayah hutan atau tempat pembuangan sampah, dimana korban dibunuh pelaku, ternyata banyak rawe-rawe kering yang berceceran di atas permukaan tanah tersebut.
Rawe itulah yang menempel di tubuh Ageng pemeran Murni Cahyani dan sebagian menempel di kedua kaki tersangka.
Tak henti-hentinya, Ageng menggaruk-garuk tubuhnya sampai harus melepas bajunya lantaran tak tahan rasa gatal yang dipicu bulu rawe.
Sejumlah anggota resmob mencoba membantu mengurangi rasa gatal di tubuh Ageng dengan menggosok-gosokkan daun lamtoro ke tubuh Ageng yang nampak merah-merah akibat digaruk.
Upaya spontanitas dilakukan Togek, panggilan akrab seorang resmob itu tak mampu menghilangkan gatal-gatal akibat bulu rawe di tubuh Ageng.
Tersangka Pembunuh Murni Gatal-gatal saat Rekonstruksi
Editor: Dewi Agustina
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan