“Saya tidak tahu uang itu palsu, uang itu baru saja dapatkan dari kawan yang sengaja mampir dan melunasi hutangnya,” ungkapnya.
Ia mengaku seandainya mengetahui uang yang dibawanya palsu tentu dirinya tidak menerimanya, apalagi sampai menggunakannya di wilayah sekitar rumahnya di kelurahan Kayu Are Kuning.
Menurutnya dirinya juga menjadi korban penyebaran uang palsu tersebut dan menolak jika disebut sebagai jaringan sindikat uang palsu itu.
“Jika saya tahu itu merupakan uang palsu, tidak mungkin saya menyebarkannya di kawasan rumah saya sendiri, tentu akan sangat mudah terungkap,” tegasnya. (jon/TS)
Baca tanpa iklan