TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Suhud (35), warga Karangawen, Demak, masih ingat benar, saat mencoba menyelamatkan teman memancingnya, Suroso (20).
Dia telah berupaya meraih tangan Suroso, yang terseret ombak pantai Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sayang, derasnya ombak yang menerjang saat itu membuat upaya Suhud menemui kegagalan.
"Kami berusaha menolong namun karena derasnya aliran ombak, kami tak kuasa menolong. Tangannya tidak dapat kami raih," terang M Suhud (35), rekan korban.
Suroso terseret ombak di pantai Desa Bedono, Kamis (24/12/2015) sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan menemukan Suroso dalam kondisi tak bernyawa, Jumat (25/12/2015) pukul 11.15 WIB, sekitar sepuluh meter dari lokasinya terseret ombak. Tubuh korban ditemukan dalam posisi mengapung di kawasan hutan bakau.
Suhud menceritakan, dia bersama sejumlah temannya, termasuk Suroso, menumpang perahu hendak memancing ikan di kawasan pantai Desa Bedono.
Tak berselang lama, korban yang saat itu merasa umpannya habis lantas berinisiatif mencari tiram untuk umpan di perairan hutan mangrove.
Namun nahas, saat korban terjun ke pantai yang telah surut itu, mendadak datang aliran ombak deras yang langsung menghanyutkan korban yang tidak bisa berenang itu.
"Dia (korban) itu tidak bisa berenang," terang Suhud.
Setelah memperoleh informasi korban terseret ombak, tim SAR gabungan langsung bergegas melakukan upaya penelusuran di kawasan Pantai Bedono.
Tim SAR gabungan terdiri dari TNI, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas. Hanya saja, pencarian keberadaan korban yang dilakukan hingga petang itu tidak membuahkan hasil.
Tim gabungan balik kanan dan berencana kembali melanjutkan upaya pencarian pada keesokan harinya.
Komandan Peleton SAR Kalijaga Rescue, Raswan mengatakan, saat upaya pencarian korban di hari pertama, Kamis lalu, tim terkendala oleh kondisi air pasang di lokasi serta minimnya pencahayaan.
"Sesuai SOP (standard operation procedure) SAR untuk pencarian sampai pukul 18.00, dengan pertimbangan keselamatan tim. Apalagi minimnya pencahayaan. Sehingga pencarian akan dilanjutkan pada besok paginya," terang Raswan.
Upaya keras tim gabungan untuk mencari keberadaan korban terbayar sudah. Pada penyisiran di hari kedua, korban bisa ditemukan.
"Korban kami temukan sekitar sepuluh meter dari lokasi kejadian yakni pada pukul 11.15 WIB. Korban mengapung pada kedalaman empat meter," terang Humas Basarnas Semarang, Maulana Affandi, Jumat (25/12/2015).
Baca tanpa iklan