News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembersihan Material Longsor Sangihe Belum Rampung

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Banjir bandang dan longsor menerpa Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Selasa (21/6/2016). Empat orang diduga masih tertimbu dan sedikitnya 40 rumah rusak akibat banjir dan tanah longsor di Sangihe.

TRIBUNNEWS.COM, SANGIHE - Masa tanggap darurat bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara diperpanjang sampai 25 Juli 2016.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe, R Tamboto mengatakan, masa tanggap darurat bencana Sangihe harus kami perpanjang sampai 25 Juli karena proses pembersihan material longsor masih belum rampung.

Dia mengatakan, untuk pembersihan material lumpur, saat ini terus dilakukan oleh masyarakat beserta instansi terkait.

"Khusus untuk ruas jalan ke lokasi bencana di kelurahan Kolongan Beha dan Akembawi sudah bisa dilalui," kata Tamboto di Tahuna, Selasa (5/7/2016).

Saat ini sejumlah rumah penduduk masih tertimbun lumpur sehingga perlu dibersihkan.

Jajaran BPBD berterima kasih kepada semua masyarakat kabupaten Sangihe yang terus peduli terhadap korban bencana.

"Saya berterima kasih atas kepedulian semua masyarakat Sangihe yang terus membantu pemulihan lokasi bencana," kata dia.

Tamboto berharap, masyarakat yang belum mengambil bagian dapat meluangkan waktu membantu korban bencana.

Sementara itu, lanjut dia, bantuan logistik dari donatur yang berada di luar daerah terus mengalir.

"Mewakili korban bencana, saya menyampaikan terima kasih kepada semua donatur yang susah membantu korban bencana di Sangihe," ujar Tamboto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini