“Dalam selamatan, warga menggelar tikar di depan rumah masing-masing dan menyajikan kupat. Jika dihitung, ada lebih seribu kupat yang disajikan dalam selamatan ini. Tujuannya, tentu agar warga selamat dan diberi rezeki yang berlimpah serta terbebas dari musibah,” kata Ikrom.
Keesokan harinya, dilanjutkan dengan arak-arakan beragam budaya mengelilingi kampung. Mulai dari tapekong, kebo-keboan, kuntulan, barong, ondel-ondel, gandrung, hadrah dan patrol semua ditampilkan.
Rangkaian berikutnya, mereka berziarah ke makam Buyut Jakso yang ada di Boyolangu, lalu dilanjutkan dengan tradisi Puter Kayun.
Baca tanpa iklan