"Sayangnya, karena orangtua dan keluarganya masih trauma, Imam tetap dipasung, meski hanya diikat menggunakan rantai tidak dibalok dan semen. Ini lebih baik dari pada dulu," imbuhnya.
Kunadi menjelaskan, saat ini, Imam bisa leluasa bergerak dibandingkan saat dibalok kayu dan disemen. Ia bisa berjalan, meskipun dengan jangkauan terbatas.
"Kami dari pihak desa selalu memantau perkembangannya, dan juga selalu koordinasi dengan Dinsos Sidoarjo dan Puskesmas Krian," ucapnya.
Baca tanpa iklan