Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan, ihwalnya membatalkan kegiatan menanam 7700 pohon di Huta Ginjang, di Tapanuli Utara, Jumat (29/7/2016) lantaran sakit.
Namun, istrinya Mufida Jusuf Kalla mendesak datang karena pengin liat Danau Toba.
"Kemarin, saya batal datang karena flu. Kemudian, tadi istri saya paksa untuk datang acara ini. Ayo datang Pak, saya pengin liat Danau Toba. Yauda makanya saya datang," ujarnya saat membuka acara Masyarakat Adat Batak dan Rapat Kerja Nasional Punguan Simbolon, Dohot Boruna Indonesia (PSBI), di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun, Sumut, Sabtu (30/7/2016).
Ia menambahkan, wisata Danau Toba dicari banyak orang. Sehingga, masyarakat harus bersyukur pemberian Tuhan.
"Harus bersyukur pemberian Tuhan ini. Kita juga harus perhatikan lingkungan. Semua hidup butuh air. Dan air hanya ada bila hutan bagus. Kalau hutan gundul akibatnya banjir dan kekeringan," katanya.
Selain itu, kata dia, kelestarian hutan demi kehidupan manusia. Artinya, bukan hanya perintah undang-undang. Meskipun demikian, ia menyampaikan lingkungan dan ekonomi tarik menarik.
"Lingkungan dengan ekonomi tarik menarik. Mudah-mudahan pertemuan ini membicarakan hal-hal penting untuk masa depan Danau Toba. Tentu agar masyarakat dapat menikmati segala kemakmuran.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menanam sekitar 7700 bibit pohon di atas tanah seluas 15 hektar di Huta Ginjang, Tapanuli Utara, Sumut, Jumat (29/7/2016).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menanam beberapa batang pohon usai menyampaikan sambutan. Ia terlihat didampingi Efendi Simbolon.
"Penanaman pohon ini untuk mencegah terjadinya banjir dan gundulnya sebagian hutan. Sehingga kami sangat dukung restorasi lingkungan bersama beberapa bupati di daerah yang terdapat hutannya. Totalnya ada 7700 batang pohon," katanya setelah menanam pohon.
Selain itu, kata dia, sebanyak 7700 batang pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis. Namun, dia tidak dapat menjabarkan jenis pohon.
"Untuk beberapa bupati di Sumut, kami sudah lakukan pengawasan yang ketat. Agar tidak terjadi lagi penebangan hutan liar dari pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Ia menambahkan, penebangan pohon harus dihentikan. Sehingga, bupati serta kapolres di kawasan Danau Toba harus menindak penebangan hutan.
"Kami sudah lakukan langkah untuk beberapa bupati bila terjadi penebangan liar harus ada penindakan. Kapolres jangan sanksi untuk menangkap pelaku penebangan hutan liar," katanya.
Baca tanpa iklan