News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tokoh Batak Segera Daftarkan Ulos ke UNESCO

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ratusan penari membentangkan kain ulos terpanjang di dunia pada pembukaan Festival Danau Toba (FDT) di Balige, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Rabu (17/9/2014). Bentangan kain ulos sepanjang 426 meter yang ditenun dua perajin itu telah memecahkan rekor Muri sebagai kain tenun khas Sumut terpanjang di dunia. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI

Ia berpendapat, sejak kali pertama ulos diproduksi oleh mesin, sejak itu pula ulos berganti menjadi "sampah". "Orang Bataklah yang menghancurkan ulos. Mereka tak mempertimbangkan motif dan filosofi. Diproduksi massal lalu dijual seharga Rp 10 ribu, seharga keset kaki," sambung dia.

Melihat kondisi tersebut, Torang menyebutkan tengah fokus mengembalikan nilai ulos. Ia menyebutkan penenun di berbagai daerah perlu mendapat pendampingan.

"Saya sedang mendampingi beberapa penenun untuk mengembalikan semangat ulos seperti dahulu. Saya juga akan ke Italia mempromosikan ulos. Sebelumnya saya sudah membawa ulos ke Jerman dan Belanda," jelas Torang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini