Sementara pecel pithik sebagai lauk pelengkap mengandung pesan moral yang tinggi, yakni "ngucel-ucel barang sithik". Diartikan mengajak orang berhemat dan bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya.
Ritual yang digelar setiap tahun ini selalu dihadiri ribuan warga Banyuwangi. Setiap pengunjung yang datang dipersilakan untuk menikmati hidangan, karena sudah menjadi tradisi warga Using Kemiren untuk menjamu setiap tamu yang datang.
"Akhir ritual ini akan ditutup dengan mocoan lontar, mengkidungkan tembang lontar macapat Yusuf di dua tempat, Balai Desa Kemiren dan Pendopo Barong Kemiren," kata Suhaimi.
Baca tanpa iklan