"Berdasarkan informasi yang kami dapat, intensitas badai Typhoon Meari ini akan terus meningkat dalam 24 jam, dengan kondisi tekanan rendah di Samudera Hindia dan di Laut Cina Selatan," ulasnya.
Tekanan rendah di Samudera Hindia, menurut Effendi berpotensi memunculkan kelembapan udara sejumlah wilayah di Indonesia, sehingga berpotensi menumbuhkan awan yang bisa menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
"Kami sudah sampaikan ke FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) di desa-desa untuk waspada," ujar dia.
Baca tanpa iklan