News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dompet PSK Berbau Amis Berisi Benda Bertuah, Bikin Pria Betah Berlama-lama

Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penertiban tempat prostitusi oleh tim gabungan yang dikoordinir oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Kertalangu, Denpasar, Bali, Jumat (25/11/2016). TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Erwin Widyaswara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah dompet diduga milik pekerja seks komersial ditemukan petugas saat mengosongkan isi bilik berahi di lokalisasi di bawah jembatan Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar.

Dompet berbau amis berwarna hitam itu didapatkan di bawah kasur. Begitu dibuka, terlihat di dalamnya sebuah benda yang disebut-sebut jimat penglaris.

"Ini nih senjata mereka. Ini namanya penglaris. Ini yang buat lelaki ketagihan ke sini. Sekali kena bisa buduh (gila, red)," ucap seorang petugas lapangan dari DKP Kota Denpasar yang turut membantu membongkar lokalisasi pada Jumat (25/11/2016).

Di satu sisi, sejumlah warga yang menyaksikan pembongkaran malu-malu berujar dirinya memang sempat ketagihan datang ke tempat satu ini.

Selain menemukan jimat penglaris, saat pembongkaran juga terlihat bungkus alat kontrasepsi berserakan di sekitar lokasi tersebut.


Anak pemilik lokalisasi syok menyaksikan tempat bisnis prostitusi di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar, ditertibkan petugas gabungan pada Jumat (25/11/2016). TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA

Baca: Bau Amis Tercium dari Bilik Berahi Lokalisasi Bypass Ngurah Rai

Menurut seorang penghuni lokalisasi ini dikelola oleh perempuan bernama Emi. Kemarin, Emi tidak datang pada waktu pembongkaran, hanya anaknya yang menyaksikan sampai menangis.

Saat diwawancarai, perempuan berusia sekitar 30-an tahun ini mengakui bisnis itu adalah prostitusi.

"Yang datang campuran, ada anak muda, ada orang tua. Ah, jangan nanya-nanya lagi!" seru perempuan bernama Meyling itu kepada Tribun Bali.

Kawasan ini rupanya sudah menjadi lokalisasi sejak lebih dari enam tahun silam. Awalnya, pemilik tanah pesimistis lahan seluas 15 are laku disewakan mengingat lokasinya kurang strategis.

Ia hanya mengontrakkannya Rp 500 ribu per are untuk setahun.

"Murah saya sewakan ini. Dulu pada 2010 cuma Rp 500 ribu. Karena tahu sendiri kawasan ini bagaimana," kata Wayan Reja, pria yang mengaku pemilik tanah di lahan seluas total 15 are itu.

Setelah bisnis prostitusi ini ramai dikunjungi, pihak pengontrak akhirnya memperpanjang masa kontraknya. Mereka sanggup menyewa dengan harga 400 persen lebih mahal atau Rp 3,5 juta per are selama satu tahun.

"Ceritanya dulu ini katanya akan dijadikan kos-kosan. Tapi ternyata tempat beginian, tapi saya serahkan tanggungjawab itu ke mereka," tandas Reja.

Dari 15 are lahan miliknya, yang disewakan hanya empat are. "Tapi kawasan lainnya juga dipakai sama mereka," imbuh Reja.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini