News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Buaya Mengganas dan Mitos Masyarakat di Pulau Bangka

Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buaya sepanjang 4,2 meter yang diamankan warga Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar karena meresahkan warga sekitar, Senin (28/12/2015).

Terlepas dari rusaknya alam dan semakin berkurangnya mangsa buaya sehingga memilih memangsa manusia, sebagian masyarakat Bangka percaya buaya tidak akan mengganggu manusia kecuali sang manusia itu melanggar pantangan yang ada, salah satunya disebut kepunan.

Untuk kepunan ini secara umum adalah orang yang ditawari sesuatu makanan atau minuman tetapi menolak mencicipinya.

Ada kepercayaan di kampung-kampung setiap ditawari makanan minuman terutama minuman kopi sangat pantang untuk menolaknya kalau tak mau mengalami hal yang tidak diiinginkan.

Apalagi orang yang bersangkutan akan berangkat ke hutan atau ke sungai.

Untuk penawar pantangan ini setidaknya orang yang ditawari mencolek dengan ujung jari makanan yang ditawarkan atau dalam bahasa Bangka disebut Malet.

Berikut makanan dan minuman sangat pantang ditolak dalam mitos kepunan dan malet masyarakat Bangka:

1. Kopi, terutama kopi hitam

2. Nasi, bisa meliputi nasi bubur, nasi goreng dan semacamnya.

3. Makanan yang terbuat dari beras ketan dan berbagai hasil pertanian yang dihasilkan sendiri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini