"Semakin meningkatnya jumlah penduduk itu sudah secara otomatis ruang huni akan semakin sempit. Dengan dibangunnya rusun ini untuk mengedukasi atau pancinagan sekaligus memberdayakan pegiat kampus dan santri supaya mereka lebih bisa beradaptasi nantinya tinggal di vertikal house," kata Ardhian.
Dikatakan Ardhian, tipe rusun yang dibangun untuk pegiat kampus dan santri itu berbeda dari rusun pada umumnya.
Menurutnya, kondisi rusun untuk dosen itu seperti rumah tipe 24, sedangkan untuk santri kondisinya seperti hall.
"Untuk rusun khusus santri ini dibangun tiga lantai, kalau untuk pegiat kampus tingginya lima lantai. Khusus di lingkungan ITB Jatinangor, yang akan memanfaatkannya nanti dosen muda," kata Ardhian. (cis)
Baca tanpa iklan