Hama tersebut menggerogoti buah yang sedang tumbuh.
Akibatnya, buah menjadi kering dan berwarna kuning.
"Kalau sudah kuning, tidak bisa dipulihkan lagi karena bijinya sudah kering dan tak berair,"katanya
Yerman berharap cuaca kembali normal sehingga pertumbuhan tanaman kembali stabil.
Jika cuaca mendatang kembali tak menentu, kerugian petani semakin dalam lantaran dampak cuaca ekstrem sulit ditanggulangi.
"Cuaca ekstrem itu kan faktor alam, tak bisa dibuat-buat. Kami hanya berdoa cuaca bisa normal kembali," paparnya. (*)
Baca tanpa iklan