News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Istri Aher Sudah Mantap Maju di Pilkada Jawa Barat 2018

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani Heryawan tengah memilih batu akik.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istri Ahmad Heryawan (Aher), Netty Prasetiyani mengaku siap maju di Pilkada Jawa Barat 2018.

Menurut Netty, wajar jika dirinya ikut bertarung di Pilkada Jabar bila ada partai politik yang mengusungnya.

"Saya pikir selama mekanismenya ada di peraturan di perundangan kita termasuk juga konfigurasi politiknya memungkinkan, ada koalisi yang terbentuk untuk mengusung, termasuk ada dukungan dari masyarakat, ya Insyaallah kenapa tidak," kata Netty disela-sela Milad ke-19 PKS di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (30/4/2017).

Netty mengaku dirinya mengikuti mekanisme partai. Dimana, keputusan nama yang akan diusung ditentukan DPP PKS.

Ia mencontohkan ketika DPP PKS memutuskan pasangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta. Meskipun keduanya bukan kader PKS, mesin partai bergerak setelah adanya keputusan DPP.

"Soal keyakinan sebelum ada statemen resmi gak lah. Karena kami di-didik untuk menunggu instruksi partai jadi tidak ada yang ambil kebijakan diluar sikap partai. Jadi kalau saya secara pribadi menunggu siapapun yang akan dicalonkan PKS kita akan dukung," kata Netty.

Selain itu, Netty juga berharap munculnya sejumlah nama yang akan diusung partai politik. Mengingat, Jawa Barat sebagai provinsi terbesar di Indonesia, Netty menginginkan adanya kontestasi gagasan di Pilkada.

"Bagaimana kemapuan tiap kandidat menjual ide gagasannya untuk mengelola Jabar yang sangat besar. Jabar inikan penyangga Jakarta, penyangga ibukota. Pokoknya kita kampanye sehat, gak ada black campaign," kata Netty.

Netty juga melihat nama-nama yang muncul merupakan pesaing berat. Ia menganggap tokoh-tokoh tersebut memiliki kemampuan yang berbeda sehingga seluruh kandidat diperhitungkan.

"Golkar, PDIP kan semuanya sudah punya pengalaman yang jatuh bangun jungkir balik, tinggal lihat nanti, pertarungan yg sesungguhnya kan ada di jabar setelah efek DKI selesai pasti di Jabar menjadi the real battle," ujar Politikus PKS itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini