News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

146 Preman Diciduk Tim Anti Bandit Selama Dua Hari

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolretabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal saat bertanya kepada prman yang berhasil diamankan anggotanya di Mapolretabes Surabaya, Rabu (14/6/2017)

Laporan Wartawan Surya Fatkul Alamy

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Mendekati lebaran, tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya mengamankan sebanyak 146 orang yang diduga melakukan tindak premanisme.

Mereka diciduk polisi dar beberapa terminal dan pasar.

Preman sebanyak itu diamankan oleh tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes berserta 23 Polsek jajaran se Surabaya selama dua hari, yakni Senin - Selasa (12-13/6/2017).

Ratusan pereman diamankan di 51 lokasi di wilayah Surabaya.

"Kami amankan di terminal, stasiun, dan pasar. Mereka adalah preman pasar, adanya yang juru parkir liar, pemalak, pemeras, pencopet yang mengganggu keamanan," sebut Kombes Pol Mohammad Iqbal, Kapolretabes Surabaya, Rabu (14/6/20170).

Iqbal menuturkan, tindakan ini merupakan bagian dari program Surabaya Tertib Ramadan.

Pihaknya ingin meyakinkan masyarakat Surabaya aman dalam beraktivitas di manapun terutama di terminal dan tempat keramaian apalagi ini sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri.

 "Siapapun orang yang mengatasnamakan individu atau kelompok, kalau melakukan pemerasan terhadap orang lain, akan kami tindak tegas," tutur Iqbal.

Para preman yang terjaring dalam operasi cipta kondisi tim Anti Bandit ini bakal dipilah yang mana masuk dalam persangkaan pidana, dan mana yang dilakukan pembinaan.

Untuk yang dibina, mereka akan diteruskan ke Dinas Sosial Pemkot Surabaya.

"Tadi ada ada orang yang membawa sajam dan silet, kalau ada barang bukti dan sudah melakukan tidakan kejahatan maka akan diteruskan proses pidana," ucap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Suhadi, pria yang diamankan di terminal Joyoboyo ini ini lantaran kedapatan membawa banyak silet. Pria berusia 40 tahun asal Wonokromo Surabaya ini mengaku, dirinya kerap melakukan pencopetan kepada penumpang atau pengunjung terminal.

"Silet biasa saya pakai untuk merobek saku celana dan tas para korban. Biasanya saat kondisi angkutan atau terminal ramai, saya melakukannya," kata Suhadi. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini