News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dugaan Terlibat Penipuan Haji, Ustaz Kondang Ditangkap Polisi Lampung di Bekasi

Penulis: Wakos Reza Gautama
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ustaz Hariyono jalani pemeriksaan

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung menjemput paksa Ustaz Hariyono di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017), terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Ustaz kondang yang terkenal dengan acara pengobatan di televisi ini dijemput paksa karena dua kali tak memenuhi panggilan polisi.

Kasus penipuan dan penggelapan yang diduga terkait dengan Hariyono bermodus memberangkatkan korban berhaji.

"Benar. Satuan Reserse memeriksa seorang bernama Hariyono yang terkenal sebagai ustaz," kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono, Kamis malam.

Menurut Murbani, petugas menjemput Hariyono karena diduga terkait dengan kasus penipuan umrah dan haji.

Hariyono dijemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari panggilan petugas.

Petugas perlu meminta keterangan lebih lanjut dari Hariyono terkait kasus pidana tersebut.

"Jadi pada panggilan ketiga ini, kita jemput beliau (Hariyono). Dua kali kita panggil dia tak koperatif," katanya.

Murbani menerangkan, penyidik masih memeriksa Hariyono secara intensif untuk melengkapi berkas perkara.

Saat ditanyakan status Hariyono apakah sebagai tersangka, Murbani menjawab diplomatis, "Nanti saja tunggu hasil pemeriksaan."

Penelusuran Tribun, petugas menjemput Hariyono berdasarkan laporan dua orang korban warga Sukarame.

Peristiwa penipuan sendiri terjadi pada Juli 2016 di rumah salah satu korban.

Ketika itu, Hariyono menawarkan keberangkatan haji plus kepada kedua korban. Ada yang dijanjikan berangkat haji dengan biaya Rp 27 juta.

Syaratnya, korban bisa mengajak empat orang lainnya untuk mendaftar haji melalui Hariyono.

Korban lainnya dijanjikan berangkat haji dengan biaya Rp 100 juta.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini