News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengenal Abel, Dosen Cantik UI Penerima Puluhan Beasiswa yang Ternyata Masih Gadis

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Abellia Anggi Wardani

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Muda, cantik, berprestasi.

Inilah sosok Abellia Anggi Wardani (27), dosen di Program Studi Sastra Perancis Universitas Indonesia (UI) bukanlah dosen biasa.

Wanita yang tengah menempuh program studi S3 di Belanda, merupakan penerima lebih dari 10 beasiswa Luar Negeri maupun Dalam Negeri.

Ia menegaskan jika semua pencapaiannya saat ini berawal dari rasa penasarannya yang sangat tinggi.

"Ketika saya melihat, mendengar, ataupun membaca sesuatu yang baru, saya kemudian menjadi tertarik untuk mengetahui hal tersebut lebih lanjut. Hingga akhirnya saya jadi banyak belajar mengenai berbagai hal," kata gadis cantik kelahiran Ambarawa, 12 Desember 1989 itu kepada Tribun Jateng, Minggu (2/7).

abellia-anggi-wardani (dok pribadi)

Abel, sapaan akrabnya, ia lahir dalam keluarga yang sederhana.

Mempunyai satu kakak perempuan (Logaritma Gita Ningtyas) dan satu adik laki-laki (Muhammad Affin Bahtiar).

Kedua orangtua Abel, Siti Umi Hanik dan Sutiyono, dulunya berprofesi sebagai guru.

Dari profesi kedua orangtuanya itulah, memotivasi Abel untuk menjadi pengajar.

"Sejauh ini ada beberapa mimpi-mimpi kecil yang sudah saya gapai, misalnya kuliah ke luar negeri menggunakan biaya dari beasiswa, bekerja di bidang yang saya dambakan yakni menjadi dosen di Universitas Indonesia. Dan mengunjungi kota-kota cantik di berbagai dunia, yang dulu hanya bisa saya lihat dari gambar atau internet," ujar gadis yang telah berhasil mendapatkan dua gelar diploma (double degree) dari UI dan dari Université d'Agrers, Prancis.

Abellia Anggi Wardani (Koleksi Pribadi Abellia) ()

Raihan prestasi Abel, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Ternyata, alumni SMAN 1 Salatiga itu justru harus jungkir balik demi menggapai mimpi-mimpinya.

Ia sempat bekerjaan sambilan, menjadi penjaga bayi, ataupun membantu mencuci piring di rumah tangga Lansia untuk mencari biaya tambahan.

Ini dilakukan demi mencukupi kehidupannya sehari-hari ketika sedang menyelesaikan S2 di Universitas Tilburg, Belanda.

Karena saat itu ia hanya mendapatkan beasiswa partial (sebagian) dan hanya cukup untuk membayar kuliahnya di Belanda yang nilainya mencapai 12.500 Euro per tahun.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini