News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tersebar 152 Ribu Koperasi Aktif di Indonesia, 61 Ribu Telah Dibekukan

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/7/2017). TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid mengatakan ada sekitar 152 ribu koperasi di seluruh Indonesia masih aktif.

"Koperasi yang tidak menjalankan kegiatan organisasi dan usaha telah dibekukan sebanyak 61 ribu unit koperasi," ungkap Nurdin di puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/7/2017).

Secara nasional gerakan Koperasi telah menunjukkan peran maksimal sebagai penopang kebutuhan anggota yang sudah menembus angka 37.783.160 orang sampai 2015.

Selain itu pelaku koperasi sadar sehingga terdorong untuk meningkatkan kualitas koperasi yang semakin baik.

"Sampai 2017 volume usaha koperasi Indonesia telah mencapai Rp 266.134 miliar dengan modal sendiri sebesar Rp 142.650 miliar, dan SHU sebesar Rp.17.320 miliar," ungkap dia.

Bakal calon gubernur Sulsel ini melanjutkan, sebagai penggerak usaha kecil dan menengah di seluruh pelosok negeri, koperasi telah menunjukkan daya tahannya terhadap goncangan ekonomi.

"Akan tetapi, sejumlah persoalan mendasar masih menghantui. Mulai dari sisi permodalan, perpajakan dan akses sumber daya ekonomi lainnya," ucap dia.

Ia melanjutkan, masyarakat koperasi Indonesia sangat menyambut salah satu agenda Nawacita Presiden Jokowi, yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran.

"Kami mencatat, ada tiga kebijakan strategis untuk rakyat pada nawacita ketiga ini. Pertama, dana desa yang meningkat hingga 100% dalam dua tahun terakhir. Dari 20 triliun di tahun 2015, menjadi 40 triliun tahun 2016, dan naik lagi menjadi 60 triliun tahun 2017," ujarnya.

Selain itu, mengucurkan dana besar-besaran ke kampung dan desa dinilai sebuah kebijakan yang berpihak kepada rakyat, di tengah kondisi perekonomian nasional dan global yang belum pulih seutuhnya.

"Uang pajak rakyat, kini tidak lagi menumpuk di kota-kota saja, tetapi sudah masuk ke desa-desa, ke kampung-kampung di seluruh pelosok tanah air. Ini bukti nyata perwujudan membangun Indonesia dari kampung," ucap dia.

Kebijakan strategis lainnya yakni, memberikan jalan keluar, dalam masalah modal usaha untuk rakyat melalui KUR, dengan bunga rendah 9 % per tahun, demi meningkatkan produktivitas rakyat.

"Bunga KUR tersebut, adalah solusi tepat bagi rakyat, termasuk koperasi, untuk mendapatkan modal usaha. Mudah-mudahan, tahun depan, turun menjadi 7 persen," harap Nurdin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini