"Saya kan minta bayaran. Dia mengatakan, iya akan saya bayar tapi tunggu sebentar, saya ambil uang di ATM. Tapi dia tidak mengambil. Karena itu handphone-nya saya sita karena tidak mau bayar. Tiba-tiba dia keluarkan senjata tajam dan langsung menganiaya saya dan menikam saya dengan pisau," ujar Dian.
Nahasnya, setelah menikam Dian, pelaku yang dilaporkan masih dalam keadaan telanjang bulat tersebut pun hendak kabur karena ketakutan.
Entah bagaimana, pelaku tiba-tiba terjatuh dari lantai dua tempat kos.
Akibat peristiwa tersebut, Dian mengalami luka tusuk pada bagian leher kiri, luka gores pada wajah kiri dan dada sebelah kanan.
Sedangkan Susilo mengalami luka lebam pada bagian wajah dan patah tulang leher.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali. Dian sempat dirawat di Puskemas Denpasar Barat.
Namun karena lukanya cukup parah, Dian pun dirujuk ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan penanganan intensif.
Dian tiba di IGD RSUP Sanglah sekitar pukul 08.50 Wita menggunakan mobil ambulans Puskesmas Denpasar Barat.
Sementara itu, pelaku Muhammad Susilo dievakuasi ke IGD RSUP Sanglah dengan menggunakan mobil ambulans BPBD Kota Denpasar sekitar pukul 09.00 Wita kemarin.
Saat ditemukan pertama kali, Susilo tidak mengenakan pakaian alias telanjang bulat.
Pantauan Tribun Bali kemarin, keduanya sudah ditangani tim medis RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.
Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aan Saputra mengakui kejadian ini dan kini pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Iya memang benar ada kejadian tersebut. Kami masih melakukan penyelidikan,” kata mantan Kanit Reskrim Polsek Mengwi itu.
Dia menambahkan, keduanya (Susilo dan waria) masih berada di rumah sakit, sedangkan saksi utama masih dicari.
“Pelaku dan korban keduanya masih di rumah sakit. Untuk saksi utama masih dalam pengejaran dan belum membuat laporan polisi,” katanya.(*)
Baca tanpa iklan