Hasilnya, mendiang meminta ritual ‘terpana’.
Ritual ‘terpana’ sendiri merupakan ritual kematian untuk memberitahukan Tuhan bahwa seseorang sudah meninggal atau tidak bisa dibawa pulang.
Ritual ini juga bertujuan agar roh yang meninggal tenang.
“Kami sudah ‘meluasan’ (meminta petunjuk pada orang pintar, red), dia (Sriani) minta agar keluarga melakukan ritual ‘terpana’ di bale dangin, dan langsung memegat. Untuk ngabennya, pengganti abu jenasahnya kami pakai simbol berupa sanggah urip,” katanya.
Anak korban, Ni Gusti Ayu Fera Noviantari (9) mengatakan, sebelum meninggal ia selalu meminpikan ibunya datang ke rumah.
Ia pun tak mengatahui bahwa itu merupakan firasat atas situasi yang dihadapinya saat ini.
Baca tanpa iklan