Kepada gubernur, Biyah bercerita kehidupannya selama ini cukup sulit. Terlebih setelah ayah Hafidin meninggal dunia lima tahun silam.
Dalam kondisi sakit, Biyah juga harus menghidupi Hafidin serta ayahnyanya Sumedi yang telah renta. Sementara Biyah menderita penyakit rematik yang membuat kakinya melepuh.
"Jadi enggak bisa kerja apa-apa. Bisanya cuma memasak. Tapi ini kaki saya sudah diobati dan sedikit-sedikit mulai mendingan," ujar Biyah.
Biyah pun bersyukur sebentar lagi rumahnya akan dibangun kembali oleh pemerintah.
Sedangkan Hafidin maupun Sumedi yang duduk di samping Biyah sore itu tidak banyak bicara. Hafidin hanya mengatakan pada Ganjar untuk terus sekolah.
"Saya ingin jadi polisi," kata anak tersebut.