"Kalau saya tidak ribet, alatnya hanya beras, garam, dan sapu lidi," ujarnya.
Beras dan garam disebarkan di empat penjuru arah mata angin pada waktu-waktu tertentu selama acara berlangsung, sementara sapu lidi dibawanya ke mana-mana.
Sayangnya abah Ade menolak untuk memberitahu detail cara yang dilakukannya untuk mengatur hujan.
"Takut ada yang belajar dan digunakan bukan untuk kebaikan," ujarnya.
Baca tanpa iklan