News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gara-gara Jalan Buruk, Siswa-siswa Ini Terancam Dikeluarkan Dari Sekolah

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kondisi jalan desa di Kecamatan Sikijang Kabupaten Kuansing Provinsi Riau yang dilalui siswa menuju ke sekolah. Akibat buruknya akses jalan menjadikan anak-anak terlambat dan terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Pihak sekolah meminta anak yang sering terlambat untuk pindah sekolah.

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Budi Rahmat

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU- Kasihan, beberapa siswa dari SMP Negeri I Kuantan Hilir Kabupaten Kuansing Provinsi Riau ini terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

Meski para siswa sudah berjuang berjibaku melewati jalan Desa Kecamatan Sikijang namun keterlambatan mereka menjadikan pihak sekolah melakukan evaluasi karena keterlambatan tersebut.

Alhasil para wali siswa pun berpikir untuk mencarikan sekolah baru bagi anak-anak mereka.

Baca: Pejabat Bermasalah di Era Ahok Ini Diangkat Kembali Oleh Anies-Sandi

Baca: Rumah Lapis Besutan Anies Sandi Dianggap Sebagai Konsep Tak jelas

Sebab pihak sekolah menilai anak-anak yang terlambat melanggar aturan soal kehadiran yang menyangkut kenaikan kelas.

Padahal kenyataan yang dihadapi anak-anak tersebut adalah akses jalan yang buruk.

Dan itu semakin parah ketika kondisi hujan.

Kondisi jalan desa di Kecamatan Sikijang Kabupaten Kuansing Provinsi Riau yang dilalui siswa menuju ke sekolah. Akibat buruknya akses jalan menjadikan anak-anak terlambat dan terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Pihak sekolah meminta anak yang sering terlambat untuk pindah sekolah.

"Pihak sekolah harusnya melihat fakta yang dihadapi anak-anak hingga menjadikan mereka terlambat sampai ke sekolah. Akses jalan yang buruk apalagi saat kondisi hujan. Jadi jangan mengambil keputusan memindahkan anak dengan alasan sering terlambat," ungkap salah seorang wali siswa, Sabirin, Selasa (7/11/2017).

Informasi dari Sabirin, pihak sekolah mengimpulkan anak-anak yang sering terlambat kemudian meminta mereka pindah sekolah.

Karena lokasi sekolah yang berjarak kecamatan, pihak sekolah kemudian meminta anak-anak mencari sekolah yang terdekat.

Kondisi tersebut menjadikan anak-anak diliputi kekhawatiran sampai tidak mau lagi datang ke sekolah.

"Kami meminta pihak sekolah untuk lebih dewasa menyikapi permasalahan keterlambatan anak-anak. Fakta yang harusnya menjadi penilaian kenapa anak-anak selalu terlambat. Lihatlah aksea jalan yang mereka lewati. Bukan tidak mudah. Anak-anak butuh perjuangan," terang Sabirin.

Terpisah, Kepala Sekolah SMP Negeri I Kuantan Hilir, Ratnan yang dikonfirmasi tribunpekanbaru.com mengungkapkan, tidak ada paksaan bagi anak-anak untuk pindah.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini