"Penyakit dermatitis (kulit) meningkat drastis pasca erupsi 21 Nopember, setelah hujan abu,” ujarnya, Rabu (6/12/2017).
Banyaknya pengungsi yang mnderita penyakit kulit karena cuaca di posko pengungsian terus berubah.
Kemungkinan ada pengungsi yang alergi dengan diingin saat hujan.
Apalagi, sebagian pengungsi tidur di bawah beralas terpal. Sangat rawan terserang penyakit kulit.
Kemungkinan juga pengungsi tak cocok dengan air.
Mereka kadang mandi di Sungai, dan di WC umum secara bergiliran.
Baca tanpa iklan