"Lalu saya bungkus dan saya ke Loji malam-malam untuk membuangnya karena di sana sepi," ujar Mk.
Di hadapan polisi, ia mengaku mendahulukan kepala untuk memutilasi.
Ia beralasan memutilasi tubuh istrinya karena kehabisan akal kemana harus membuang jenazah istrinya itu.
"Kepalanya dulu. Setelah itu kaki kiri dan kanan. Saya bingung mau dikemanain (jasadnya), supaya tidak berat (untuk dibawa) jadi digituin," ujarnya.(*)
Baca tanpa iklan