"Namun api semakin membesar sehingga anak korban tidak bisa diselamatkan dan meningal dunia di kamar depan dalam kondisi hangus," ujar Bello.
Petugas pemadam bersama tim relawan membantu mengevakuasi jenazah korban dan dibawa ke kamar jenazah RSSA setelah api berhasil dipadamkan.
Akibat kejadian itu, Ikhwan mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.
Sejauh ini petugas menduga penyebab kebakaran akibat korsleting listrik. (Surya/Benni Indo)
Baca tanpa iklan