News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rebutan Lapak Udang, Mustamin Kena Tikam Lima Kali

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Korban, Mustamin (50) penjual ikan mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, Selasa (9/1/2018).

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Pengunjung Pasar Pandan Sari Balikpapan dibuat heboh lantaran terjadi aksi penikaman, Selasa (9/1/2018) sekitar 09.00 Wita.

Akibat kejadian itu salah seorang penjual ikan dilarikan ke Rumah Sakit lantaran menerima lika tusukan.

Korban bernama Mustamin (50) menderita luka tusuk dibagian perut.

Saat ini korban dalam kondisi kritis, dan ditangani petugas medis Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).

Saat dikonfirmaai Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kapolsek Balikpapan Barat membenarkan kejadian berdarah di Pasar Pandansari tersebut.

"Pelakunya sudah ditangkap di Manggar, ini dalam perjalanan ke Polsek," kata I Putu Yasa kepada Tribunkaltim.co, Selasa (9/1/2018) sekitar 12.00 Wita.

"Kabar di medsos yang menyatakan korban meninggal itu tak benar, saat ini masih ditangani medis," sambungnya.

Kejadian bermula, saat korban menjajakan dagangannya di Pasar seperti biasa.

Korban bertetangga dengan Badrudin penjual udang di lapak ikan Pasar Pandansari.

Perselisihan dimula saat Badrudin menaruh udang dagangannya, di lapak milik korban.

Melihat hal itu korban menegur, Badrudin yang tak terima balik memarahi korban.

Ia pun balik kanan ke rumah.

Tak lama berselang datang kembali ke Pasar, namun tak sendiri melainkan bersama salah seorang keluarga yang belakangan diketahui bernama Maceni.

"Saat keluarganya datang, di sanalah terjadi penikaman. Pelaku menikam korban mengenai perut sebelah kanan," terangnya.

Akibat penikaman tersebut korban menderita luka tusuk pada perut hingga kemudian korban dilarikan warga ke rumah sakit terdekat.

"Tapi sekarang sudah dibawa ke Kanujoso untuk penanganan lebih intensif," jelasnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini