News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dua Bocah Ini Jadi Korban Pencabulan Pamannya Sendiri

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelaku saat dimintai keterangan anggota kepolisian Polresta Samarinda, Rabu (7/2/2018).

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM,  SAMARINDA - Anak di bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual.

Parahnya lagi, pelakunya merupakan keluarga korban sendiri yakni dua anak, perempuan dan laki-laki, masing-masing berusia 9 tahun dan 10 tahun, dan keduanya masih berstatus sebagai pelajar SD.

Pelaku bernisial Ms (42), warga jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang, yang merupakan paman bagi kedua korban tersebut.

Kejadian persetubuhan berupa sodomi itu dilakukan pelaku pada medio November tahun lalu, dikediaman masing-masing korban, saat rumah korban sepi.

Bermula dari mengajak korban bermain, yang disusul dengan membuka celana korban, dan langsung melancarkan aksi bejatnya.

"Saya awalnya bermain, lalu saya terangsang dan langsung buka celananya, saya tidak paksa, tidak juga saya janjikan apa-apa," ucap pelaku saat di temui di Mapolresta Samarinda, Rabu (7/2/2018).

Baca: Dua Orang Bocah Pidie Ngaku Jadi Korban Sodomi Martunis

Kendati menyetubuhi korbannya melalui lubang anus, namun dirinya menampik mengalami gangguan seksual, walaupun selama ini dirinya berhubungan seksual dengan istrinya juga melalui lubang anus.

"Saya tidak kelainan, malah istri saya yang kelainan, karena dia selalu minta pakai lubang anus saja," ucapnya yang sudah pisah ranjang kurang lebih 2 bulan dengan istrinya itu.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Bunga Tri Yulitasari menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari keluhan korban kepada orangtuanya, yang mengaku kesakitan saat buang air besar.

"Setelah mengeluh kesakitan, lalu ibunya tanya, dan korban mengaku telah dilecehkan oleh pelaku," tuturnya.

Mendapati laporan tersebut, Senin (5/2) malamnya kepolisian langsung mendatangi rumah pelaku, guna melakukan penangkapan.

Namun belum berhasil diamankan karena saat itu pelaku mengamuk dan mengancam menggunakan parang.

"Selasa (6/2) pagi, saat pelaku masih tidur, pelaku akhirnya dapat diamankan kepolisian dan pelakum mengaku baru sekali itu melakukan kepada setiap korban," kata Ipda Bunga. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini