Dan sekali lagi, tukasnya, pihak sekolah enggan putus asa. Kini, pihaknya masih terus berupaya untuk mencari informasi di manakah masih ada calon peserta didik yang belum tertampung. Itu nantinya akan ditawarkan dan diproses secara offline.
“Tetapi kami juga menunggu kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk solusinya. Setidaknya ini jadi bahan evaluasi kami untuk ke depannya agar tidak terjadi hal serupa. Kami pun sangat berharap, berkait akses bisa peroleh perhatian dari pemerintah,” ujar Suwartini. (dse)
Baca tanpa iklan