Sementara itu, anggota DPRD Sidrap, Umar Manong mengatakan gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, tak boleh menjadi penghalang putra putri Sulteng melanjutkan sekolahnya.
"Mereka harus tetap sekolah, meski berada di pengungsian. Anak-anak tersebut silakan datang ke sekolah yang ada di Sidrap, untuk bersekolah," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-timur.com dengan judul Sembilan Hari Pascagempa, 4.400 Warga Sulteng Ngungsi di Sidrap
Baca tanpa iklan