Kedua adalah upaya yang ingin mengganti Pancasila dan UUD 1945. Pelakunya berusaha memakai cara yang tak radikal, cara radikal, hingga dengan tindakan teror.
"Kaum santri wajib menjaga ini," kata Kiai Ma'ruf.
Dijelaskannya, bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah kesepakatan nasional oleh sesama saudara sebangsa walau beda agama dan suku, sebagai mekanisme penyelenggaraan negara.
Paham lain seperti kekhilafahan, keamiran, kerajaan, tak bisa diterapkan di Indonesia karena otomatis tertolak. Kenapa tertolak? Sebab paham-paham itu menyalahi kesepakatan yang ujungnya bisa merusak tatanan kehidupan dan NKRI.
"Kalau Pancasila dan UUD 1945 diganti, maka NKRI akan bubar. Padahal NKRI adalah harga mati," kata Kiai Ma'ruf.
"Ini kewajiban santri mengawal. Kalau tidak akan terjadi konflik di negara kita seperti di Libya, Suriah, Libanon, dan Afghanistan," tegasnya.
Baca tanpa iklan