News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Editor dan Calon Editor Tribun Kunjungi Museum Manusia Purba Sangiran

Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

General Manager Tribunnews Solo, Vovo Susatyo diterima Kepala Seksi Pemanfaatan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Iwan Setiawan Bimas saat kunjungan peserta Tribun Editor Development Programe (TEDP) Batch V ke Museum Manusia Purba Sangiran, Kamis (1/11/2018).

Keduanya di wilayah Jawa Tengah.

Batas utama kedua wilayah Warisan Dunia itu dipisahkan Kali Cemoro, yang membelah Kubah Sangiran (Sangiran Dome), dan menyingkap harta karun di dalamnya.

Setelah sesi tanya jawab, rombongan TEDP Batch V diajak mengunjungi semua ruang pamer Museum Sangiran.

Ada tiga ruang yang secara sistematis memberi pengetahuan kepada pengunjung terkait kebumian dan kehidupan masa purba.

Berbagai koleksi temuan fosil fauna, flora, dan manusia prasejarah dari masa jutaan tahun lalu juga dipajang secara apik.

Di ruang pamer ketiga, atau ruang terakhir di gedung utama, terdapat dua hasil rekonstruksi bersejarah figur manusia purba.

Pertama, figur Homo Erectus yang rekonstruksinya didasarkan pada temuan tengkorak nyaris utuh, koleksi Sangiran 17.

Koleksi tengkorak purba yang paling lengkap temuan fragmennya ini ditemukan pada 1969.

Figur berskala 1:1 ini dibuat seniman paleontologi Prancis, Elisabeth Duynes.

Tampilannya sangat hidup dan benar-benar menakjubkan.

Koleksi kedua yang juga dibuat Elisabeth Duynes adalah sosok Homo Floresiensis.

Hominid ini begitu kecil dan dijuluki Hobbit dari Flores, karena ditemukan di Liang Bua, Manggarai, NTT.

Museum Manusia Purba Sangiran berjarak lebih kurang 20 kilometer sebelah utara Kota Solo.

Aksesnya sangat mudah, tiket kunjungan Rp 5.000 per orang.

Selain museum induk di Krikilan, terdapat empat klaster museum lain di Bukuran, Manyarejo, Dayu, dan Ngebung.

Jarak antar klaster ini cukup jauh dari Krikilan.

Masing-masing klaster ini juga menyajikan koleksi-koleksi temuan fragmen dan artefak prasejarah sangat berharga.

Manyarejo yang berdekatan dengan Museum Klaster Bukuran, merupakan klaster yang berstatus museum lapangan. (Tribunnews.com/xna)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini