News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Suryani Ketakutan Melihat Genting Rumahnya Beterbangan Dihantam Puting Beliung

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rumah Suryani dan Suardika yang sedang diperbaiki menyusul adanya bencana angin puting beliung, Rabu (7/11/2018) dini hari. TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA ISMAYANA

Soma dan istrinya, Ni Ketut Suwantri (50), tinggal bersama anaknya Made Suardika (34) dan istrinya Suryani, serta dua cucunya Putu Dimas Aditya Pratama (7) dan Kadek Dwimas Pratyana (3).

"Hujannya itu, hujan angin. Cukup kencang dari arah laut. Sekitar setengah jam berlangsung. Dari jam 12 malam sampai jam setengah satu malam," ungkap Suryani.

Baca: Maia Estianty Resmi Menikah dengan Irwan Mussry, Ahmad Dhani Unggah Kalimat 'Bisa Menikmati Hidup'

Selain genting rumah yang dihempas angin, sanggah Lebuh yang berada di pelataran rumah juga patah hingga roboh.

"Waktu itu kami baru saja mau tidur. Jadi tidak tidur karena angin kencang. Anak-anak saja yang akhirnya tidur di sebelah (rumah kerabat)," jelas suami Suryani, Made Suardika.

Akibat bencana ini, ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 5 juta lebih.

Ia belum tahu apakah akan mendapat biaya dari pemerintah.

"Semoga ada bantuan untuk meringankan beban keluarga. Sekarang cuma bantuan dari teman-teman bapak," ungkapnya.

Selain rumah Suardika, tercatat ada lima rumah warga lain yang kena terjangan angin puting beliung.

Yaitu rumah Suparman (35), Ni Wayan Susun (65), Jumadi (50), Raban (54), dan Saiful (40).

Masing-masing atap rumah korban mengalami kerusakan, dan kerugian materi ditaksir sekitar Rp 1 juta.

Petugas dari desa bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga Rabu siang kemarin, mendata kerusakan rumah bangunan dampak angin puting beliung ini.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

"Yang paling berat di rumah Pak Wayan Soma diperkirakan kerugian akibat kerusakan atap mencapai Rp 10 juta," ujar Camat Mendoyo, I Gede Sujana.

Pihak desa dan BPBD Jembrana saling bahu membahu melakukan pembersihan puing-puing atap rumah yang berjatuhan.

Sujana menambahkan rumah warga yang rusak itu diusulkan ke BPBD untuk mendapatkan bantuan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini