News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ketua Karang Taruna Korupsi Dana Bansos Rp 100 Juta Menghilang dari Rumah

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, Ashyari.

Laporan Wartawan Surya David Yohanes 
 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - DWK (31) terlapor dugaan korupsi dana Bantuan Sosial Dinas Peternakan Jatim tahun 2017 menghilang dari rumahnya, di Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu.

DWK disebut-sebut kontrak di tempat lain.

"Dia sudah jarang berada di rumah," ujar seorang ibu yang menemui surya.co.id (grup Tribunjatim.com).

Kepala Dusun Kedungsingkil, Ashyari mengaku, dirinya ikut diperiksa polisi dalam perkara ini.

Ashyari mewakili pemerintah desa, dimintai keterangan seputar  proposal  pengajuan  Bansos  sapi  dari Dinas Peternakan  Jatim tahun 2017.

Namun di desa tidak ada arsip proposal itu.

"Jadi waktu itu Mas D itu minta tandatangan di rumah Pak Kades. Jadi di kantor tidak pernah ada arsipnya," ujar Ashyari, Rabu (8/5/2019).

Setelah itu pemerintah desa tidak tahu menahu soal proposal itu.

Pihak desa tidak tahu jika dana itu sudah cair.

Namun setelah ada panggilan dari penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), keberadaan dana hibah itu baru diketahui desa.

Ashyari menegaskan, pihak desa sama sekali tidak dilibatkan dalam kegiatan yang dibiayai dari dana Bansos itu.

"Kalau orang-orangnya kami tahu siapa saja yang terlibat. Tidak ada dari kami (perangkat) yang dilibatkan," tegas Ashyari.

Masih menurut Ashari, proposal tersebut hanya melibatkan dua keluarga yaitu keluarga DWK dan keluarga Ys.

Kedua keluarga ini masih punya hubungan kekerabatan.

Kedua keluarga ini juga sudah dimintai keterangan di Polres Tulungagung.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini