News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengguna Narkoba di Wilayah Jabar Sudah Jauh di Atas Ambang Batas Internasional

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko berbincang dengan Tribunnews.com di kantor BNN Pusat, Jakarta, Jumat (29/3/2019). TRIBUNNEWS/JEPRIMA

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Jawa Barat menjadi fokus perhatian ketat Badan Narkotika Nasional tahun ini.

Selain jumlah terbesar peredaran narkoba, saat ini dari 100 anak muda lima di antaranya sudah terpapar narkoba.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN RI Komjen Heru Winarko yang telah melakukan penelitian selama satu tahun terakhir.

Dalam penelitian terungkap bahwa peredaran dan pengguna narkoba di Jawa Barat sudah mencapai angka 5 persen, hal tersebut jauh di ambang batas dunia yang menempatkan angka 2 persen sebagai ambang batas.

Pihaknya mengatakan untuk menekan angka peredaran dan pemakai narkoba di Jawa Barat, satu di antaranya dengan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar).

Program tersebut dideklarasikan bersama Kapolsek, Danramil, Camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, se-Kabupaten Cianjur di Gedung Assakinah, Selasa (13/8/2019).

"Tahun ini saya fokus di Jawa Barat, karena paling tinggi peredaran dan pengguna di Jabar terutama remaja, hasil penelitian tahun lalu mendekati angka 5 persen, dari 100 anak muda lima di antaranya terpapar sebagai pengguna," ujar Heru.

Launching Siparel - BNN RI melaunching situs untuk relawan menjadi bagian dari pencegahan narkoba bernama Siparel (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Ia memilih Cianjur sebagai pencanangan pencegahan melalui desa bersinar karena Cianjur posisinya berada di tengah.

Acara tersebut juga mengundang bupati dan wali kota.

"Di Jabar bukan hanya sabu dan ganja, banyak narkoba jenis lain dengan harga murah dan mudah didapat," ujarnya.

Ia berharap segera ada aksi dan deklarasi hanya simbol, diawali niat pencegahan bagaimana caranya agar menjadi ibadah.

"Insya Allah akan menjadi amal, niatnya untuk ibadah tangkap jika menemukan pengedar, siapapun bisa menangkap, serahkan kepada polisi atau BNN," katanya.

Kepala BNNP Jabar Brigjen pol Sufyan Syarif, mengatakan, program tersebut sudah dilaksanakan di 20 wilayah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

"Regulasinya sudah dibuat juga di 20 wilayah tersebut," katanya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini