News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wedding Organizer yang Tipu Pasangan Menghilang, Keluarga Angkat Tangan, Begini Ceritanya

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Ketua RW setempat, Syamsudin, mengatakan sejak Jumat (30/8/2019) malam, rumah itu telah ditinggal pergi penghuninya.

"Memang waktu Jumat malam itu bilang ke saya mau pergi, belum tahu kapan balik," kata Syamsudin kepada TribunJakarta.com, Minggu (1/9/2019).

Menurut Syamsudin, rumah itu sejatinya bukan milik Sari. Selama ini Sari hanya menumpang tinggal dengan adiknya yang pemilik rumah sebenarnya.

Di rumah itu Sari tinggal bersama suaminya, lalu tiga orang anggota keluarga adik iparnya.

Tempat tinggal Nur Kumala Sari di Perumahan Villa Nusa Indah 1, Jalan Cempaka 1, Blok Q13, RT02/016, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Belakangan ini, beberapa orang juga sempat mendatangi rumah tersebut, rata-rata mencari untuk meminta uangnya Sari kembalikan.

Sejak Senin (26/8/2019), beberapa orang datang ke rumah dan mencari Sari. Satpam perumahan sampai meminta Syamsudin untuk mendampinginya. 

"Akhirnya saya bantu dampingi, waktu itu di rumah ada adiknya, orangtuanya juga sempat ada," ungkap Syamsudin.

Mereka mengaku sudah membayar Rp 33,5 juta untuk jasa WO yang dijadwalkan berlangsung November 2019 mendatang.

"Mereka mau minta dibalikkan uang yang sudah masuk, karena tahu dari medsos berita penipuan itu," kata Syamsudin.

Hari itu Sari enggak ada di rumah.

"Tapi meraka enggak bisa berbuat apa-apa, karena Sari juga menghilang enggak bisa dihubungi."

"Sari coba dihubungi tapi enggak bisa, dari keluarga juga enggak tahu sama sekali, mereka juga udah coba hubungi enggak bisa," jelas Syansudin.

Masih di hari yang sama, ada korban lainnya kembali menyatroni rumah tersebut dan mencari Sari.

Pihak keluarga Sari juga sampai dibuat kebingungan akan kejadian ini.

Beberapa orang juga datang mencari Sari keesokan harinya.

Mereka bukan hanya korban dari pengguna jasa WO, melainkan rekanan jasa pesta pekawinan seperti penyedia katering.

"Terakhir itu tanggal 28 Agustus 2019, mereka dari katering-katering. Sama ada yang dari kerja sama investasi gitu ngakunya. Ada yang kena Rp 2 juta, ada yang belasam juta," tutur Syamsudin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini