News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kronologis Puluhan Penabuh Balaganjur Keracunan Makanan

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

I Kadek Sutrisna menjalani perawatan di Rumah Sakit Dharma Yadnya Denpasar, Sabtu (21/9/2019). Tribun Bali/M Firdian Sani

"Jumlah penabuhnya 35 orang dan semua gak bisa ikut. Ya karena keadaan gini mereka gak mampu ikut. Padahal latihannya memakan waktu tiga bulan dan biaya sudah keluar banyak, Rp 50 juta. Mereka sangat marah dan kecewa, ya mau gimana lagi ini musibah dan enggak ada pengganti mereka," kata Wayan Sana.

Ia berharap pihak Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menjenguk anaknya yang terbaring di rumah sakit.

"Iya saya berharap mereka melihat anak saya, karena anak saya kan juga butuh dukungan," ujarnya.

Putu Wahyudi Eka Putra selaku pendamping lomba balaganjur Telung Barung Desa Pekraman Penatih juga menjadi korban.

"Iya makan nasi jinggonya itu, gejalanya sih beda-beda setiap orang. kalau saya diare, lemas sama pusing," katanya saat ditemui di kediamannya di Desa Pekraman Penatih.

Ia melukiskan peristiwa ini sebagai keracunan massal yang mengakibatkan puluhan orang dari banjar dan desa adat terkapar.

"Ada tiga banjar yang kena karena mereka kan ikut lomba juga. Ada Banjar Angabaya, Desa Adat Penatih dan Tembau Kelod," jelasnya.

Saat ini Putu Wahyudi beristirahat di rumahnya.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Kronologi Puluhan Penabuh Balaganjur Keracunan Makanan, Kadek Sutrisna: Hanya 2 yang Tak Kena

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini