TRIBUNNEWS.COM,PALANGKARAYA-Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memastikan partainya mempelopori sekolah pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. Sebagai bentuk tanggung jawab partai, memastikan pembangunan nasional berjalan baik.
Dijelaskan, sebagai pemenang pemilu 2014 dan 2019, partainya bertanggung jawab bagi kemajuan Indonesia Raya. Dalam konteks ini, ia memastikan kembali partai harus bergerak, seiring dengan program pemerintahan Jokowi.
Harapannya, kata Hasto, semua kader di berbagai level itu bisa bergerak senapas dalam menyukseskan kebijakan pemerintahan.
Baca: Hari Ini Jokowi Blusukan Perdana ke Papua Pasca Dilantik
"Sekolah para pimpinan dewan ini akan segera dilakukan PDI Perjuangan sebagai bentuk tanggung jawab. Sehingga dalam lima tahun yang akan datang rakyat bisa menilai bagaimana kinerja partai," kata Hasto, Sabtu (26/10/2019).
Dijelaskan, jejaring kepartaian terdiri dari struktur partai, eksekutif, dan legislatif. Selama ini, eksekutif dibenahi dengan sekolah kepala daerah. Struktur partai disiapkan dengan sekolah sekretaris partai.
Kini, lanjut Hasto saat acara Konsolidasi Partai dan Pembekalan Anggota Legislatif PDI Perjuangan sepropinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Palangka Raya, untuk menyempurnakannya, legislatif dibenahi lewat sekolah pimpinan dewan.
Baca: Ulang Tahun Kemenkumham ke-74 Dirayakan dengan Layanan Paspor Simpatik
Dalam kesempatan itu, Hasto ditemani Wasekjen PDIP Arif Wibowo. Hadir juga Gubernur Kalteng yang merupakan kader PDIP Sugianto Sabran.
Di hadapan kadernya, Hasto menggarisbawahi kebijakan partai mewajibkan seluruh kader. Khususnya yang duduk sebagai anggota legislatif, untuk menguasai wawasan umum, memahami ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Hasto menegaskan, saat pemilu 2024 nanti, dunia sudah berubah. Indonesia sudah tertinggal jauh daei negara lain dalam hal ilmu pengetahuan dimaksud. China sudah membangun gedung berlantai 30 yang tahan gempa 8,9 skala richter dalam waktu 15 hari.
Baca: Pesan Ketua MPR di Muyawarah Besar Pemuda Pancasila Ke-10
India sudah berhasil meluncurkan awaknya ke luar angkasa. Dan itu semua didasari oleh kemampuan matematika, fisika, dan ilmu-ilmu pasti lainnya.
"Maka di PDI Perjuangan, salah satu syarat menjadi pengurus adalah memiliki kesadaran untuk menguasai iptek tersebut," katanya.
Baca: Siapkan Calon Pemimpin Nasional, PDI Perjuangan Perkuat Infrastruktur Kepartaian
Selain itu, setiap kader khususnya yang duduk di legislatif harus memahami ilmu geopolitik dan perkembangannya. Sehingga bisa memahami alasan ketegangan AS-China, Rusia - China, konflik di Timur Tengah, dan kaitannya dengan Indonesia.
"Harus bisa memahaminya. Kader-kader PDI Perjuangan harus memahami hal-hal tersebut," kata dia.
Sebagai anggota legislatif dari PDI Perjuangan, harus memahami juga soal Trisakti dan bagaimana membumikannya di dalam kebijakan pusat hingga daerah. "Semua keputusan politik kita harus dibasiskan pada prinsip itu," lanjutnya.
Sebagai contoh, penguasaan iptek dan geopolitik akan membuat anggota legislatif paham mengapa bumi Kalimantan harus dijaga dari kerusakan hutan. Output-nya, kebijakan yang diambil adalah mengembangkan perekonomian dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM), bukan sumber daya alam (SDA).
Baca: Ada Hujan dan Angin Kencang, Marc Marquez Anggap Kualifikasi MotoGP Australia 2019 Bisa Digelar
Baca tanpa iklan