"Saya emosi karena korban sering bikin masalah. Padahal sudah saya ingatkan baik-baik, tapi dia (korban) masih saja sering cari gara-gara sama saya," kata Rahmat.
Selama buron hampir enam bulan, Rahmat mengakui kabur ke Bengkulu dan bekerja sebagai sopir muatan barang.
"Saya kabur ke Bengkulu. Begitu kembali ke Palembang, langsung ditangkap," kata Rahmat.
Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Namanya Dicatut untuk Beli Handphone Tapi Tidak Bayar jadi Alasan Rahmat Habisi Nyawa Ego Ramadhani
Baca tanpa iklan