News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penangkapan Terduga Teroris

Tukang Pijat di Cilacap Ditangkap Densus 88, Buku, Laptop, dan 5 HP Disita

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Tim Densus 88 dikabarkan menangkap dua terduga teroris di Kota Cirebon, Rabu (26/6/2019).

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Tim Densus 88 menangkap seorang warga, Suyono, di Dusun Tritih RT 1 RW 5, Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap pada Minggu (17/11/2019).

Tidak hanya menangkap Suyono, petugas Densus 88 juga menggeledah rumah dan menyita sejumlah barang-barang.

Berdasarkan penuturan Ketua RT 1 RW 5, Mubasir (45) yang menyaksikan secara langsung proses olah TKP, di dalam rumah ada sekitar 20 petugas.

"Ada sejumlah buku-buku besar hingga kecil, laptop, hingga 5 HP yang disita dan dibawa," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (17/11/2019).

Ketua RT 1 RW 5, Mubasir (45), saat ditemui Tribunjateng.com, Minggu (17/11/2019). (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati)

Terkait buku-buku apa yang dibawa, Mubasir tidak bisa memastikannya.

Namun yang jelas petugas membawanya bersama dengan barang-barang lain.

Mubasir mengatakan jika dalam kesehariannya, dia tidak terlalu mengetahui.

Namun saat ada kegiatan RT-an, dirinya selalu memberitahu.

"Kalau ada kegiatan RT-an selalu saya kasih tahu, tapi terkadang kebetulan dia pas sibuk," katanya.

Terkait dengan pekerjaan, Mubasir mengatakan jika Suyono sudah tinggal di Dusun Tritih RT 1 RW 5, Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap sejak 2015 lalu.

"Setahu saya Suyono pekerjaannya adalah seorang tukang pijat," ungkap Mubasir. (Tribunjateng/jti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Densus 88 Sita Buku, Laptop dan 5 HP dari Rumah Suyono di Cilacap, https://jateng.tribunnews.com/2019/11/17/densus-88-sita-buku-laptop-dan5-hp-dari-rumah-suyono-di-cilacap.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini