Lebih lanjut, Margono mengatakan tidak menyalahkan orangtua yang memiliki hobi memelihara ular.
Hanya saja, ia mengkhawatirkan kurangnya edukasi terhadap anak mengenai bahaya yang bisa muncul jika mengganggu hewan.
Mengingat, Margono menyebutkan, tidak sedikit kasus seorang anak diserang hewan peliharaan karena kurangnya edukasi mengenai bagaimana seharusnya memperlakukan hewan.
"Jika sebagai orangtua yang memelihara ular, ularnya jinak, itu tidak masalah bagi saya, mungkin itu sudah seperti memelihara kucing atau anjing," kata Margono.
"Tapi kalau anak itu melihat ular terus dia memainkannya, kemudian mungkin tidak tahu (bahayanya), saya tidak sependapat di situ, karena bisa membahayakan anak kalau ularnya merasa terancam," sambung Margono.
(Tribunnews.com/Widyadewi Metta)
Baca tanpa iklan