News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Berdalih PSBB Lokal, Warga di Maluku Tengah Tutup Jalan yang Jadi Urat Nadi Perekonomian 3 Kabupaten

Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Seram bagian Barat sebut penutupan jalan oleh warga di Maluku Tengah bisa berdampak pada perekonomian di tiga kabupaten.

TRIBUNNEWS.COM - Bupati Kabupaten Seram bagian Barat, M. Yasin Payapo menyebutkan penutupan jalan oleh warga di Maluku Tengah bukanlah tindakan yang ia inginkan di situasi pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube tvOneNews, Selasa (19/5/2020).

M. Yasin mengungkapkan memang ada program dari pemerintah daerah terkait meminimalisir penyebaran Covid-19.

Baca: Daftar Sebaran Virus Corona di Indonesia Selasa (19/5/2020): Jabar 1.700, Jateng 1.175, Jatim 2.377

Yakni seperti penerapan pos dan palang yang akan mengecek suhu tubuh orang.

Selain itu juga untuk melakukan pemeriksaan apakah mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker atau tidak.

M. Yasin akan membenarkan apabila yang dilakukan oleh masyarakat dan aparat terkait tindakan tersebut.

Bupati Kabupaten Seram bagian Barat, M. Yasin Payapo menyebutkan penutupan jalan oleh warga di Maluku Tengah bukanlah tindakan yang ia inginkan di situasi pandemi Covid-19. (Tangkap layar kanal YouTube tvOneNews)

Namun, apabila penutupan jalan hingga pencegatan orang yang lewat, M. Yasin menuturkan tidak ingin terjadi.

"Pos dan palang ini kalau digunakan untuk tes suhu badan orang, yang kedua kalau pakai masker apa tidak, saya bilang ini program kita, benar," terang M. Yasin.

"Tapi kemudian kalau orang lewat situ kemudian dicegat, ini yang kita tidak mau," tambahnya.

Terlebih, jalan yang ditutup oleh warga di Maluku Tengah adalah akses penghubung tiga kabupaten.

Yakni Seram bagian Barat, Maluku Tengah, serta Seram bagian Timur.

Baca: PSBR di Maluku Tengah, Masyarakat Rohomoni Kembali ke Tradisi Menebang Sagu

Baca: Inkonsistensi Pemerintah dan Tekanan Ekonomi Dinilai Jadi Faktor Masyarakat Langgar Aturan PSBB

Warga memblokade jalan dengan menggunakan material pepohonan dan batu.

Material tersebut diletakkan di badan jalan, sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan.

M. Yasin menyampaikan jalan yang menjadi lintas kabupaten itu menjadi urat nadi perekonomian.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini