Orangtua R memintanya pulang ke Janapria, Lombok Tengah.
R kembali meminta izin kepada pacarnya untuk pergi namun kembali ditolak.
Bahkan korban mengancam dengan anak panah hingga membuat tersangka tak tahan.
"Orangtua pelaku menelepon sebanyak tiga kali. Tiga kali juga tersangka R meminta izin kepada korban untuk pulang ke Janapria," terang Artanto.
"Karena tetap tidak diizinkan oleh korban, tersangka menjadi kesal dan capek ketika korban mengancam dengan anak panah," paparnya.
3. Nekat bunuh
R yang naik pitam meminta pacarnya untuk tidak macam-macam.
Ia kemudian mencekik leher pacarnya hingga jatuh ke karpet dan tewas.
LNS meninggal dunia pada Kamis malam pukul 19.30 WITA.
Baca: Gantung Jasad Suami agar Dikira Bunuh Diri, Istri di Bengkulu Jadi Dalang Kematian Suaminya
4. Gantung korban untuk hilangkan jejak
Setelah LNS tewas, R memandangi tubuh kekasihnya yang sudah tak bernyawa itu.
Ia pun termenung hingga timbul niat untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu dengan cara menggantung tubuh pacarnya.
R kemudian keluar rumah lewat jendela dan pergi ke daerah Jempong untuk membeli tali.
Setelah kembali ke rumah, R langsung mengambil kursi di ruang makan.
Dengan naik kursi itu, ia menjebol ventilasi tembok dapur lalu menggantung jenazah pacarnya.
Baca tanpa iklan