TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Ibu rumah tangga (IRT) di Kota Banda Aceh jadi korban pencurian tanaman hias.
Tidak tanggung-tanggung, korban mengalai kerugian hingga Rp 6 juta akibat pencurian bunga hias miliknya.
Seperti diketahui, sejak lima bulan terakhir, para pecinta bungga hias di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tergila-gila keindahan berbagai jenis bunga.
Beberapa bunga yang menjadi incaran seperti janda bolong, bunga daun keladi, dan berbagai jenis bunga lainnya.
Mahalnya harga bunga yang mencapai ratusan ribu rupiah perpotnya itu ternyata membuat para pelaku kejahatan tergiur.
Tak pelak, situasi ini menimbulkan aksi pencurian bunga hias kian marak dengan sasaran utama adalah bunga hias yang dipajang di depan rumah.
"Semakin marak aksi pencurian tanaman hias akibat mahalnya harga bunga saat ini," ujar Hera, warga Ulee Kareng, Kota Banda Aceh yang mengaku bunganya dicuri kepada Serambinews.com, Kamis (19/11/2020).
Hera menjelaskan, bunga yang dicuri pelaku beragam jenis, mulai dari jenis keladi seperi Aglonema sampai Dragon Style atau yang lebih dikenal dengan sebutan bunga tengkorak.
Menurut dia, kemungkinan pencuri bunga tersebut beraksi pada dini hari, dikarenakan rumahnya bersebelahan dengan warung kopi yang selalu tutup pada dini hari.
"Bunga yang dicuri pun harganya beragam, mulai dari yang paling murah Rp 100 ribu hingga Rp 700 ribu/bunga. Ditaksir bunga saya yang dicuri keseluruhannya berjumlah 18 bunga dengan harga mencapai Rp 6 jutaan,"sebutnya.
Uniknya, pencuri tersebut hanya mengambil bunganya saja, sedangkan potnya tidak diambil dan ditinggalkan begitu saja.
"Saya berharap kepada aparat keamanan agar ada action terhadap para pelaku pencurian bunga yang marak akhir-akhir ini," pintanya.
"Supaya ke depan pencuri ini sudah tidak ada. Sebab, akibat dari pencurian bunga ini, seluruh pengiat tanamam hias pada ketakutan bunganya akan dicuri," tukas Hera.
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Apes, Seorang IRT Rugi Rp 6 Jutaan, 18 Bunga Hias Miliknya Digondol Maling, Pot Ditinggal di Lokasi,